Minggu, 26 Februari 2012

Strategi Pemasaran UKM

(oleh Puput Ichwatus)
UKM dalam sepuluh tahun terakhir sedang hangat dibahas oleh publik. Pengembangan dan pertumbuhan UKM merupakan salah satu motor penggerak yang krusial bagi pembangunan ekonomi di banyak .negara di dunia. Berdasarkan pengalaman di negara-negara maju menunjukkan bahwa UKM adalah sumber dari inovasi produksi dan teknologi, pertumbuhan jumlah wirausahawan yang kreatif dan inovatif dan penciptaan tenaga kerja terampil dan fleksibel dalam proses produksi untuk menghadapi perubahan permintaan pasar yang cepat (Tambunan, 2002). UKM memiliki andil yang besar dalam perekonomian Indonesia, selain itu UKM juga merupakan salah satu sektor yang berhasil bertahan saat krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998 (Harian Warta Ekonomi, 30 maret 2009).
Pengertian tentang usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia sangat bervariasi. Paling tidak ada tiga lembaga yang menggunakan kriteria berbeda, antara lain Biro Pusat Statistik (BPS), Deperindag, dan Bank Indonesia. Secara umum, dalam pengertian UKM biasanya mencakup sedikitnya dua aspek, yaitu aspek nilai investasi awal (jumlah aset) dan aspek jumlah tenaga kerja. Menurut BPS misalnya, jika tenaga kerjanya 5 sampai 19 orang maka termasuk usaha kecil, sedangkan jika tenaga kerjanya terdiri dari 20 sampai 99 orang maka termasuk usaha menengah. Menurut UU No. 9 Tahun 1995, kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 miliar per tahun. Untuk usaha menengah dibagi dua, yaitu sektor industri yang memiliki aset paling banyak Rp 5 miliar dan untuk sektor nonindustri, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 600 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan maksimal Rp 3 miliar per tahun. Di samping itu, terdapat Inpres No. 10 Tahun 1999 yang mendefinisikan usaha menengah adalah unit kegiatan yang mempunyai aset bersih antara Rp 200 juta sampai dengan Rp 10 miliar, di luar tanah dan bangunan tempat usaha.
Banyak tulisan yang mengkaji tentang UKM. Hal ini dikarenakan UKM merupakan obyek yang menarik untuk di teliti dan dibahas. Namun, Artikel ini akan mengerucut pada pembahasan strategi-strategi pemasaran untuk UKM. Semua strategi yang akan dipaparkan dalam artikel ini merujuk kepada penelitian dari beberapa negara tentang strategi seperti apa yang telah dilakukan UKM di negara tempat jurnal diterbitkan dimana strategi tersebut telah membawa perkembangan baik bagi usaha mereka, dengan demikian diharpakan akan tercipta suatu ringkasan mengenai strategi UKM yang patut di Implementasikan.

           
Usaha ini adalah jenis usaha yang mendominasi di sebagian besar negara di dunia termasuk di Indonesia. Bila kita berbicara mengenai pemasaran UKM, mungkin dipikiran kita adalah model pemasaran yang terjadi secara spontan, apa adanya, dan cenderung tidak terarah. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan menurut pendapat kita pribadi bahwa strategi pemasaran UKM adalah tidak terencana. Ternyata anggapan kita selama ini telah mengilhami sebuah penelitian pada salah satu perguruan tinggi di Inggris. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata penelitian tersebut mengamini hipotesa kita. Salah satu alasannya adalah karena model perencanaan strategi pemasaran UKM adalah lebih fleksibel dan tidak ambil pusing dengan perencanaan yang berbelit-belit (Parrott, 2010).
Pada kenyataanya pelaku UKM memahami ruang lingkup pemasaran dan dapat menjelaskan secara rinci apa arti dari pemasaran bagi mereka, dan faktanya mereka mengenali dengan baik kondisi pasar dimana tempat mereka bermain. Para pemiliknya telah melakukan adaptasi dari konsep pemasaran, praktek dan teori yang sesuai dengan tujuan mereka sendiri. yang menghasilkan keputusan pemasaran dari fenomena yang terjadi , tidak terstruktur, informal, spontan, reaktif, dan terus berkembang. UKM tidak menggunakan riset untuk menentukan strategi pemasaran seperti apa yang akan dia terapkan pada usahanya. Alat pemasaran menyesuaikan untuk  memenuhi kebutuhan secara langsung bukan dirancang untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Proses ini didasarkan lebih untuk memperoleh keunggulan kompetitif (Anonim, 2005).
            Selain itu salah satu pertimbangan utama dalam pemasaran UKM adalah positioning dari UKM dalam lingkungan yang dinamis. Positioning merupakan salah satau langkah yang dilakukan UKM dalam rangka menarik pelanggan dan juga mempertahankan pelangganya (Yin wong, 2005). Positioning yang dilakukan UKM merupakan pencitraan terhadap produknya kepada masyarakat dalam lingkungannya, tujuan nya tentu sama seperti yang dilakukan perusahaan besar, hanya saja cara yang dilakukannya adalah lebih unik, yakni dengan selalu memuaskan konsumen terhadap kebutuhan akan barangnya dan juga menjadikan konsumen sebagai orientasi utama akan inovasi yang terjadi. Kemudian hal tersebut akan menjadikan pemasaran dalam UKM akan secara terus menerus berkembang dalam menanggapi produk baru dan permintaan pasar, sementara disisi lain dia tetap harus memuaskan pelanggan (Abimbola, 2007).
            Terdapat beberapa UKM yang sudah menggunakan e-marketing sebagai media pemasaran. Media ini dipilih karena dianggap berbiaya sedikit dan cukup efektif. Seperti yang kita ketahui bersama internet telah menjadi trend pemasaran sejak satu dekade akhir. UKM menjadikan kesempatan ini sebagai salah satu bentuk pengiklanan yang dipilih atas produknya tentunya atas dasar pertimbangan biaya juga. Selain itu penjualan online yang juga sedang digandrungi merupakan salah satu kesempatan yang sangat menguntungkan untuk UKM (Gilmore, 2007).
            Jalur pendekatan yang dilakukan pelaku UKM adalah jalur pendekatan yang cukup unik. UKM lebih memilih jalur pendekatan dan pemasaran dimana bersifat pendekatan personal. Maksudnya adalah partner yang dirangkul dalam upaya memasarkan barang adalah orang-orang yang telah memiliki hubungan kedekatan atau bisa jadi orang yang baru dikenal namun akan dibina hubungan baik oleh pemilik UKM untuk menjaga loyalitas terhadap produk UKM. Cara ini dapat dikatakan tradisional, namun telah terbukti efektif (Li Lee, 2007).
            Para pelaku UKM telah mengadopsi strategi pemasaran praktis menjadi lebih teoritis dimana dilakukan dengan melakukan inovasi strategi pemasaran. Keberhasilan dari model inovasi strategi pemasaran ini tergantung pada pembaharuan sumber yang dijadikan informasi dalam melakukan strategi pemasaran, seberapa banyak adobsi dan penyesuaian yang dilakukan pelaku UKM sendiri, dan bagaimana pemahaman pelaku UKM terhadapa informasi tersebut. Beberapa contoh inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemasaran yang terintegrasi, fokus pada variabel pemasaran, fokus pelanggan, fokus pasar, modofikasi dan memiliki cara yang unik dalam melakukan pemasaran (O’Dwyer, 2009).
            Demikianlah strategi pemasaran yang dilakukan oleh UKM dari berbagai negara, besar harapan dapat dijadikan acuan bagi para pendiri atau pemilik UKM dalam mempertimbangkan strategi pemasaran UKM yang akan dipilih.

Abimbola, Temi., and Vallaster, Christine. 2007. Brand, organisational identity and reputation in SMEs: an overview. Emerald Group Publishing Limited : International Journal Vol. 10 No. 4, 2007 pp. 341-348.
Anonim. 2005. Marketing strategies for small to medium-sized enterprises: Lessons from a New Zealand vineyard. Emerald Group Publishing Limited : Strategic Direction Vol. 21 No.5 pp. 18-20.
Bank Indonesia, Mei 2004. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia. Jakarta.
Beverland, M. and Lockshin, L.S. 2004. Crafting a Competitive Advantage: Tempering Entrepreneurial Action With Positioning-based Values. Qualitative Market Research: An International Journal, Vol. 7 No. 3, pp. 172-82, ISSN: 1352-2752.
Gilmore, Audrey., dkk. 2007. E-marketing and SMEs: operational lessons for the future. Emerald Group Publishing Limited : European Business Review Vol. 19 No. 3, 2007 pp. 234-247.
Hendra, Achma Setiawan. 2004. Fleksibilitas Strategi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Dinamika Pembangunan: Vol. 1 No. 2 / Desember 2004: 118 - 124
Ihsan.2010. http://wartaekonomi.co.id. UKM Serius digarap UI. 6 Desember 2011.
Li, Lee., and Qian, Gongming. 2007. Partnership or self-reliance: prescriptions for small and medium-sized enterprises. Emerald Group Publishing Limited : Journal of Business Strategy Vol. 28 No. 6 pp. 29-33.
O’Dwyer, Michele,. Gilmore, Audrey., and Carson, David. 2009. Innovative marketing in SMEs. Emerald Group Publishing Limited: European Journal of Marketing Vol. 43 No. 1/2, pp. 46-61.
Parrott, Guy., Roomi, Azzam M., And Holliman, David.2010. An analysis of marketing programmes adopted by regional small and medium-sized enterprises.  Emerald Group Publishing Limited: Journal of Small Business and Enterprise Development Vol. 17 No. 2, pp. 184-203.
Tulus T.H. Tambunan, 2002. Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia: Beberapa Isu
Penting. Jakarta: Salemba Empat.
Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Skala Kecil.
www.depkop.go.id. Sentra KUKM. 6 Desember 2011.
Yin, Ho. Wong., and Merrilees, Bill. 2005. A brand orientation typology for SMEs: a case research approach. Emerald Group Publishing Limited : Journal of Product & Brand Management 14/3 (2005) 155–162.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar